`

Pembukaan Pameran

Setiap hari dunia terus berubah seiring dengan berkembangnya peradaban manusia. Hal ini juga terjadi pada dunia industri yang semakin berkembang pada sektor teknik maupun teknologi produksi. Perkembangan-perkembangan tersebut kemudian melahirkan suatu periode bernama "Revolusi Industri". Adanya revolusi industri 4.0 memberikan dampak yang cukup besar di dunia. Tentunya Indonesia pastinya akan mengalami dampak dari revolusi industri ini. Oleh karenanya, Indonesia sendiri telah menanggapi dan berbenah mengenai dampak-dampak yang diberikan dari revolusi industri baik positif maupun negatif.

Kesiapan Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 bukan merupakan suatu hal yang bisa ditawar menawar. Mau tidak mau, Indonesia harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0, dan salah satu tolak ukur kesiapan Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini adalah melalui Iptek dan inovasi. Kemenristek sendiri dalam rangka melaksanakan dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0 adalah dengan melakukan “Terobosan inovasi dan perkuatan sistem inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi”.

Hilirisasi hasil produk penelitian dan pengembangan (Litbang) menuju komersialisasi akan meningkatkan produktivitas industri. Dengan adanya hilirisasi hasil inovasi teknologi menuju komersialisasi maka akan menghasilkan banyak manfaat yang dapat dirasakan, diantaranya adalah adanya produk-produk baru yang muncul. Namun tentunya, untuk mendukung hal tersebut bangsa Indonesia membutuhkan Sumber Daya Manusia yang unggul dalam artian bisa menguasai Iptek dan berinovasi sehingga bangsa kita bisa keluar dari kutukan sumber daya alam. Guna mengimplementasikan menuju hilirisasi tersebut, pemerintah melalui Kemenristekdikti sejak tahun 2015 telah melaksanakan program penumbuhkembangan wirausaha rintisan berbasis teknologi serta mengenalkan hasil penelitian Lembaga Penelitian dan Pnegembangan (Lemlitbang) yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku industri.

"Kemristekdikti sejak tahun 2015 telah melaksanakan program pengembangan wirausaha rintisan berbasis teknologi dan hasil Lemlitbang yang dimanfaatkan industri. Lima tahun terakhir ini, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti sudah melakukan pembinaan dan pengembangan startup teknologi yang berasal dari perguruan tinggi, lembaga penelitian dan pengembangan, industri, serta masyarakat umum," ujar Mohamad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).

Penyelenggaraan pameran Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E) 2019 ini adalah event tahunan yang sudah diselenggarakan sejak tahun 2015 oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dimana dengan perhelatan pameran I3E 2019 ini diharapkan akan dapat menjembatani kebutuhan masyarakat untuk membuka akses teknologi serta dapat lebih memahami perkembangan teknologi di tengah situasi dan kondisi lingkungan usaha yang semakin dinamis dan kompetitif. Selain itu, perhelatan I3E 2019 ini merupakan upaya untuk memperkenalkan serta menanamkan kecintaan teknologi dari perusahaan-perusahaan rintisan inovatif di masyarakat yang dapat dijadikan bahan komoditas yang layak dan laku di jual dan dari hasil-hasil lembaga  litbang dalam  negeri yang sudah di manfaatkan di industri. Ajang pameran I3E untuk tahun 2019 ini bertempat di Hall B JCC, Jakarta yang akan berlangsung dari tanggal 3 – 6 Oktober 2019 dengan mengusung tema “Startup Teknologi dan Inovasi Industri Meningkatkan Daya Saing Bangsa”.  Pameran I3E tahun 2019 kali ini menampilkan sebanyak 404 produk/inovasi yang terdiri dari 249 hasil produk/inovasi dari program pendanaan PPBT, 132 produk/inovasi dari program pendanaan CPPBT, dan 23 produk/inovasi dari pendanaan Inovasi Industri yang semuanya adalah karya anak negeri.

Dalam event I3E 2019 ini, selain memamerkan hasil-hasil inovasi, juga melakukan kegiatan lainnya seperti:

Seminar Bisnis dan Teknologi, yang menghadirkan nara sumber dari para pelaku start up yang sukses untuk dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan bagi para start up start up yang baru mulai atau yang sedang menyusun rencana membangun start up

Talkshow, yaitu dengan narasumber yang kompeten baik daei kalangan bisnis, regulasi pemerintah ataupun para perusahaan dari pembiayaan.

Bisnis Coaching, kegiatan ini diperuntukan untuk bisa memberikan bimbingan langsung terkait dunia start up.

Kompetisi Ide dan konsep inovasi Teknologi., dalam kesempatan ini akan ada kompetisi konsep dan inovasi teknologi yang di opertandingkan, kegiatan ini dapat diikuti oleh berbagai kalangan tentunya dengan hadiah yang menarik.

Kegiatan Speed dating, kegiatan ini adalah memfasilitasi sebuah moment pertemuan antara para investor atau pelaku pembiayaan dengan para start up dimana diharapkan tentunya para investor tersebut dapat melakukan bisnis meeting dengan para startup.

Target pengunjung pada pada perhelatan I3E 2019  sebesar 36 000 pengunjung yang terdiri dari masayarakat umum, mahasiswa, komunitas komunitas start up, serta para pelaku bisnis, pelaku pembiayaan baik dari institusi finteck ataupun ventura capital.

“Negara yang maju bukanlah negara yang memiliki jumlah penduduk besar ataupun luas wilayahnya, melainkan mereka yang berinovasi”